Minggu, 11 Oktober 2009

Amdhani Santoso (41407010002) - Rangkuman 2

Analisa Penghematan Energi Listrik Dengan Pemasangan Power Saver
I. Pendahuluan
1. Tujuan Penulisan
Mengetahui gambaran dan analisa tentang energy yang digunakan pada perusahaan textile, mengidentifikasi penggunaan energy yang digunakan dan melakukan upaya penghematan energi dan Management Audit Energi.

II. Teori Dasar Power Saver Dan Penghemeten Energi Listrik
2. Audit Energi
2.1.1 Pengertian Audit Energi
Audit Energi adalah suatu aktifitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi aliran energy (energy flow), besarnya penggunaan energy merupakan salah satu bagian utama dalam rangka penerapan konservasi energy secara keseluruhan dalam system produksi atau bangunan komersial yang kesemuanya berkaitan dengan manajemen energi.
2.1.2 Jenis Audit Energi
a. Audit Kecil
Jenis Audit Kecil adalah yang paling sederhana dan diperlukan untuk memperoleh suatu gambaran singkay mengenai kemungkinan-kemungkinan penghematan energy. Jenis ini bertujuan guna untuk mengetahui pemakaian dan kerugian energy dan memperoleh beberapa gambaran ekonomis dari kemungkinan perubahan-perubahan.
b). Audit Lengkap
Audit Lengkap adalah kegiatan yang melangkah lebih jauh dan memuat suatu evaluasi dari beberapa banyak energy yang diperlukan untuk setiap fungsi, seperti penerangan, pendinginan, proses, dan lain sebagainya.
2.1.3 Tinjauan Audit Energi
- Menentukan bentuk penggunaan energi.
- Mengamati data sumber pemakaian dan biaya energi.
- Mengidentifikasi penggunaan, system operasi dan prosedur ke-energian.
- Memahami struktur kelistrikan.
- Menyusun prosedur perbaikan system ke-energian.
- Penetapan konsumsi energy spesifik.
- Identifikasi potensial pemborosan energy.
- Membangun cara untuk mengurangi konsumsi energy.

2.1.4 Pentingnya Audit Energy.
Hemat energy tidak berarti harus mengoperasikans system tanpa menggunakan energy atau mengurangi energy yang diperlukan, tetapi menghemat energy adalah merupakan pengurangan dan menghilangkan pemborosan energy diseluruh bagian peralatan yang menggunakan energy listrik sehingga tingkat kenyamanan yang sama dapat tetap dipertahankan bahkan peningkatan dengan menggunakan jumlah energy yang sedikit atau dengan menggunakan jumlah energy yang sama untuk menghasilkan kenyamanan yang lebih tinggi tanpa mengurangi hasil produksi.

2.1.5 Konservasi Energi
Konservasi Energi adalah usaha untuk menjaga ketersediaan energy dan mencegah penggunaan energi secara berlebihan yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, serta mencegah terjadinya krisis persediaan sumber-sumber energi.

2.1.5.1 Manfaat Konservasi Energi
a. Tingkat Nasional.
- Memperoleh hasil yang cepat.
- Mengurangi load shading.
- Menambah penyediaan untuk ekspor.
- Penggunaan perawatan local.
- Menciptakan lapangan kerja.
- Inflasi yang lebih rendah.
b. Tingkat Pabrik.
- Biaya produksi menurun.
- Posisi bersaing yang lebih baik.
- Meningkatkan kemampuan, tantangan perubahan kerja.
- Peningkatan produksi.
- Mengurangi dampak negative terhadap lingkungan.
2.1.5.2 Tujuan Konservasi Energi
Untuk meningkatkan tingkat barang/jasa yang sama diperlukan jumlah enrgi yang lebih sedikit.



2.1.6 Manajemen
Adalah Pengelolaan terhadap sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, dengan tujuan agar secara bersama-sama dapat digunakan untuk menghadapi perubahan-perubahan.
2.1.6.1 Manajemen Energi
Adalah Pengelolaan terhadap sumber daya energy agar dapat digunakan secara lebih efisien, tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas produk, serta aman bagi manusia dan lingkungan.
2.1.6.2 Langkah-Langkah Manajemen Energi
- Komitmen manajemen puncak.
- Perorganisasian.
- Pelatihan.
- Penyiapan system dan prosedur.
- Detailed energi audit.
- Implementasi.
- Pemantauan.
2.1.6.3 Unsur Pokok Manajemen Energi
- Memperbaiki efisiensi penggunaan energy.
-Menggunakan kembali energy.
-Memanfaatkan gas buang.
-> Sebagai sumber energy.
-> Mengurangi biaya pembelian energi.
2.2 Pola Umum Penghematan Energi.
2.2.1 Sasaran Penghematan Energi.
- Menggunakan energi harus berdasarkan manfaat (produktif) dan menghindarkan pemakaian yang tidak diperlukan.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
2.2.2 Langkah Langkah Penghematan Energi
- Meningkatkan kesadaran karyawan agar melaksanakan sikap hidup dalam menghemat energi.
- Mengadakan penelitian dan pengembangan melalui kegiatan audit energi.
2.3 Penghematan Energi Listrik Dengan Alat Penghemat Energi Listrik
2.3.1 Pengertian Power Saver
Power Saver adalah suatu system mutakhir yang di rancang bangun untuk mengoptimalkan konsumsi energy listrik (KWH) dan sekaligus menghilangkan bea denda daya reaktif (KVARH). Dengan memakai perangkat tersebut, konsumsi energy listrik secara realistis mampu dihemet sampai 35%, sehingga merupakan sebuah alternative solusi dalam menghadapi persoalan penghematan konsumsi energy listrik di kalangan industry atau pelanggan besar PLN pada saat ini untuk melakukan penghematan secara efektif, efisien dan legal (resmi), jaminan penghematan yang di rekomendasikan bekisar 35%.
2.3.2 Perangkat Sistem
Perangkat Sistem penghemat energy listrik yang dirancang dengan keandalan tinggi dengan masa operasi (life time) sampai dengan 7 th, diinstalasi secara parallel /tapping pada fasilitas kelistrikan disisi pelanggan pada panel Distribusi Utama (SDP), perangkat dipasang setelah motor PLN, sehingga kelegalitasannya dapat dipertanggungjawabkan.
2.3.2.1 Instalasi Power Saver
- Alat dipasang setelah meteran PLN / dipasang dipanel distribusi.
- Peletakan alat tapping dijalur antara jalur PLN dan panel distribusi.
- Kalau peralatan sedang dalam kondisi trouble, maka aliran secara otomatis akan mem by pass dari motor ke panel distribusi.
- Jika ada kapasitor bank, maka cara pemasangan mulai sumber PLN terus tanpa ke travo lalu ke kapasitor bank baru ke power saver.
2.3.2.2 Data teknis yang merupakan kelengkapan dari power saver
a. Kapasitor Bank
b. Sensor arus.
c. Kontrol arus.
d. Reaktor filter.
e. NFB/ MCB.
f. Switches on Board.
g. Indikator lamp.
h. Panel box.
i. Wiring
Sistem kerja perangkat diatas adalah melakukan perbaikan kualitas daya (Power Quality Improvement) dengan cara memperbaiki parameter-parameter yang mempengaruhi kualitas daya listrik sebagai berikut :
- Meningkatkan dan menstabilkan tegangan sehingga meningkatkan efisiensi dan daya pakai dari peralatan/ mesin.
- Menyeimbangkan ketiga Phase listrik sehingga menurunkan peminatan kilowatt yang juga meningkatkan daya pakai dari peralatan/mesin.
- Meningkatkan power factor dengan mengurangi daya kreatif sehingga meningkatkan efisiensi system.
2.3.3 Perbaikan Kualitas Daya dengan Power Saver
Mengacu pada teknologi kapasitor bank yang biasa digunakan pada pabrik/ industry dengan pemakaian daya listrik yang besar. Power saver merupakan perangkat tahanan untuk mengurangi kerugian adu rangkaian sehingga memberikan daya yang optimum untuk system lampu/ peralatan juga untuk mengurangi rugi-rugi daya pada tahanan listrik dalam konduktor dan rugi-rugi melalui material dalam travo. Power saver sendiri melakukan fungsi penting seperti menurunkan permintaan KW dan konstruksi KWH, menghilangkan harmonic, menyeimbangkan ketiga phase, meningkatkan daya pakai mesin/peralatan. Jadi power factor adalah hasil dari sampingan kinerja power saver.
Keuntungan dengan menggunakan power saver dengan baiknya suatu kualitas daya adalah :
a. Menghemat energy yang meredam arus listrik dari induksi petir dan percikan bunga api yang bertindak sebagi pengaman listrik.
b. Menghemat daya listrik 10 hingga 35% pada konsumsi lampu.
c. Dapat menghemat sebesar 35% untuk lampu merkuri/ sodium vapour.
d. Instalasi yang cepat kembali dalam waktu yang singkat.
e. Meningkatkan daya terpasang sampai dengan 10%.
f. Mengurangi panas berlebihan pada jaringan listrik dan mesin produksi.
2.4 Analisa Ekonomi
2.4.1 Metode dan Kriteria Analisa
Pada hakekatnya melalui pemikiran proyek dapat ditarik kesimpulan :
a. Melalui evaluasi proyek dapat diketahui apakah benefit suatu proyek lebih besar atau lebih kecil daripada benefit suatu kesempatan industry proyek marginal.
b. Melalui evaluasi proyek dapat ditentukan urutan (urutan sebagai proyek) didalam serangkaian kesempatan investasi yang lebih baik dari proyek marginal sedemikian rupa sehingga proyek yang menghasilkan benefit lebih besar menjadi prioritas utama dengan demikian metode yang dievaluasi adalah nilai waktu dan uang.
Dalam rangka mencari system ukuran yang menyeluruh sebagai dasar penerimaan atau penolakan atau pengurutan suatu proyek telah dikembangkan berbagai criteria investasi.
Kriteria investasi yang digunakan adalah :
a. NPW (Net Present Worth)
b. Benefit Cost Ratio
c. Rate of Return.
d. Pay Back Periode.
2.4.1.1 NPW (Net Present Worth)
NPW dari suatu proyek merupakan nilai harga sekarang (present worth) dari selisih antara benefit (manfaat) dengan cost (biaya) pada counrate tertentu. NPW menunjukkan kelebihan benefit dibandingkan dengan cost. Jika NPW benefit lebih besar dari present worth biaya berarti proyek tersebut layak dengan kata lain NPW lebih besar dari pada nol (NPW > 0).
2.4.1.2 Rate of Return (ROR)
ROR adalah suatu criteria investasi untuk mengetahu presentasi keuntukan di suatu proyek tiap tahun, dan ROR juga merupakan suatu alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman.
Langkah-langkah perhitungan ROR adalah :
a. Memilih discount factor tertentu untuk mencapai NPW = 0.
b. Pada discount factor pemilihan pertama, NPW dilihat misalnya pada discount factor tertentu diperoleh NPW = positif.
c. Karena NPW masih positif, sedangkan diharapkan NPW = 0, maka dipilih discount factor yang cocok sehingga diperoleh NPW = 0.
d. Misalkan dengan memilih DF = tertentu diperoleh NPW = negative.
e. Karena NPW diperoleh positif dan negative maka harus dibuat interflasi antara NPW positif dan negative.
2.4.1.3 Benefit Cost Ratio (BCR)
BCR adalah perbandingan antara jumlah present value benefit (PU benefit). Dengan present value cost (PU cost) atau dalam perhitungan BCR didalam audit energy.
2.4.1.4 Pay Back Periode.
Masa pengendalian investasi yang ditanamkan apabila Pay Back Periode lebih rendah dari lifetime periode proyek (N).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar